it wasn't love 2
it wasn’t love 2
clarissaj
Perasaan itu begitu mengganggu . Ini masalah , masalah yang sama sekali tidak ada solusinya . Mencintai tanpa dicintai , memikirkan tanpa dipikirkan . Semua itu masalah klasik , tapi tidak pernah terselesaikan dengan baik . Kenangan itu begitu kuat dipikiranya . Hanya ada dia di hati , di pikiran bahkan mungkin setiap hembusan napas. Clara merasa semua itu sangat menyesakan . Clara sangat mencintai Fiko . Kesalahan ini kesalahan Fatal . Tidak ada satupun orang yang bisa menggantikan sosok Fiko . Kenapa ? kenapa perasaan ini tidak bisa hilang . Fiko berada di universitas yang berbeda dengan Clara. Sudah hampir 1 tahun dia tidak pernah bertemu Clara. Walaupun mereka satu Kota, tapi mereka sama sekali tidak pernah bertemu . Clara ingin menangis, teriak ataupun kalau perlu mati. Agar perasaan gila ini bisa segera hilang sekarang juga. Dia lelah , malu , semuanya sia sia . Clara ingin memulai hidup baru . Tanpa Fiko , tanpa Fiko yang selalu berteduh di hati Clara .
“Clara , Clara . Lo lama lama jadi orang gila ya . Lo tau move on kan ?? Kata2 anak gaul jaman sekarang ?” Dimas menghampiri Clara yang sedang bertengkar lagi dengan hatinya .
“Gue emang udah GIla dim . Mending lo lempar kepala gue ke beton . Biar gue lupa . Lupain semuanya . Gue cape banget Dim . Gue sayang banget sama Fiko .” CLara menangis di bahu Dimas. Hatinya begitu lelah , hampir mati Rasa . Clara menangis di hadapan Dimas. Sahabat terbaiknya yang selalu berhasil membuatnya tenang .
***
Terkejut . Jantungnya berdebar begitu kencang saat Gadis itu menangis dibahunya . Dia merasa senang karena Gadis itu sangat mempercayainya untuk menenangkan hatinya . Disisi lain dia merasa sangat sedih karena tetap saja yang ada dipikiran gadis itu adalah masa lalunya . Entah masa lalu atau apa ? Lelaki itu selalu ada di hati sahabatnya . Tidak pernah bisa hilang. Dimas mengerti apa yang dirasakan Clara. Mencintai seseorang tanpa dicintai. Itu adalah hal terkonyol didunia . Hal yang sebenarnya tidak perlu kita rasakan . Karena mencintai itu harus dari 2 pihak . Bukan sebelah tangan . Berat . Tentu saja berat rasanya . Disaat mencintai seseorang tapi tidak bisa mengungkapkanya . Disaat orang yang kita cinta selalu ada disamping kita. Clara lebih beruntung dari Dimas . Fiko jauh dari pandanganya . Sedangkan Clara, Clara selalu ada disampingnya. Clara selalu mencarinya , saat dia sedih ataupun senang . Dan Clara tidak pernah tau perasaan yang Dimas rasakan kepadanya .
“Lo tau Move on kan . Kata2 anak gaul zaman sekarang ?? ” Kata-kata memotivasi , tapi tersimpan harapan besar di dalamnya
“Please Clara . Live your life and go ahead. because i love you .yeah I really love you “Fiko dalam
hati
***
Gadis itu sedang menangis di bahu laki-laki itu . Saat melihatnya ada sedikit perasaan sakit yang dirasakanya . Ada apa ini ? apa dia benar benar mendapatkan Karmanya . Apa ini akibat dari menyakiti perasaan seseorang yang pernah sangat mencintainya . Dia heran , Cinta tidak bisa selamanya di balas . Dan Dia tidak bisa membalas cinta gadis itu karena dia tidak mencintainya . Lalu apa Dia salah tidak mencintai gadis itu ? Apa dia salah tidak menginginkan gadis itu ? Tidak selamanya setiap cinta bisa kita balas. Lalu kenapa Dia harus mendapatkan Karma ? Haruskah dia mendapat balasan karena tidak mencintai gadis itu ? Fiko menyandarkan kepalanya ke dinding , memejamkan mata, merasakan setiap aliran darah yang mengalir , dan merasakan getaran getaran kecil di hatinya . ” It isn’t karma , it’s love ” Dia menyesal .
bersambung
it wasn't love
it wasn’t love
clarissaJ
stuck . semuanya stuck di tempat. Clara berjalan dengan lunglai melewati koridor gedung ekonomi . Dia sangat lelah dengan semuanya . Lelah terus bertengkar dengan hati dan pikiranya sendiri . Semuanya begitu cepat berubah , pikiran atau hatinya tidak pernah kompak . Saat hatinya bilang A pikiranya bilang B , beberapa detik kemudian itu berubah .CLara merasa dirinya terbagi menjadi 2 bagian . Tubuhnya saja yang satu , tapi jiwanya terbagi 2. Clara merasa semuanya sia sia , cinta , perjuangan dan semuanya , itu semua sia-sia .
“it wasn’t love it was a big mistake . “ Karena bagi Clara , cinta itu tidak dirasakan sendirian , kalau itu hanya dirasakan sendirian itu bukan cinta tapi kesalahan .
“Udah tau semuanya bakal sia -sia . tapi masih aja gue keingetan dia . Gak ada cowok lain apa ? ” Clara menutup wajahnya dengan buku setebal 500 halaman lebih . Pikiranya mungkin seperti buku itu , banyak tapi sangat sulit untuk dimengerti . Clara menyesal pernah sangat mencintai seorang Fiko, sahabatnya dulu . Clara menyesal karena pernah berpikir bahwa hubungan mereka itu spesial , Clara menyesal karena perasaanya persahabatanya dengan Fiko hancur , dan Clara menyesal karena dia tidak tau bagaimana cara melupakanya .Entah melupakan segala penyesalan atau Fiko .
***
Dimas melihat Gadis itu menutup kepalanya dengan buku setebal 500 halaman . Dimas yakin gadis itu sedang bertengkar dengan dirinya sendiri . Sebenarnya Dimas heran dengan karakter gadis pemikir itu . Segala sesuatu yang tidak perlu untuk dipikirkan , dia terus pikirkan . Sampai akhirnya pikiranya hancur sendiri . Mungkin Fiko yang ada dipikiranya sekarang, bukan mungkin tapi pasti . Kapan gadis itu bisa melupakan Fiko . Entah kapan .
“Clara … ” Clara membuka wajahnya yang ditutup oleh buku . Clara tersenyum sedetik lalu langsung menekuk wajahnya
“Dim…”
“Penyesalan , atau Fikonya ? ” Dimas langsung menebak .
“Hmmm …. Elo dim . hahaha ” CLara bercanda . Fiko tertawa mendengarnya , tapi entah kenapa hatinya bergetar mendengarnya . Tapi kenapa Harus entah mengapa ? Sudah jelas jelas Dimas menyukainya . Menyukai Gadis yang tidak pernah bisa melupakan masa lalunya . Entah sampai Kapan Clara akan menerima cintanya . Mungkin Dimas seperti Clara. Mencintai orang yang tidak pernah mencintai Dia . ” It wasn’t love it was a big mistake ”
***
Mahasiswa Teknik itu memandangi tugasnya dengan tatapan kosong . Tugas itu melelahkan , tapi masih lebih baik daripada penyesalan . Lebih baik lelah seumur hidup daripada menyesal seumur hidup . Dia teringat dengan masa lalunya yang indah dengan gadis itu . saat2 dimana dia bersenda gurau , membuat gadis itu kesal dan bahkan membuatnya tersenyum . Gadis itu begitu terbayang dipikiranya . Dimana dia tau jika gadis itu mencintainya lebih dari apapun . Gadis itu begitu menyayanginya dan perasaan itu tulus. Dan yang dia lakukan adalah menolaknya dengan mentah mentah . Menyakiti perasaanya , bahkan memintanya jangan datang lagi kehidupanya. Saat itu Fiko memang tidak mencintai Clara , tidak pernah memikirkan Clara , dan tidak peduli pada Clara. Tapi tidak untuk saat ini . Disaat Fiko Berpikir Clara sudah bisa melupakanya . DIa malah memikirkanya . “ It wasn’t regretful , it was karma “
bersambung
ohsopictures:
http://weheartit.com/entry/30731633
276 notes
ohsopictures:
http://weheartit.com/entry/30731594
114 notes
ohsopictures:
http://weheartit.com/entry/30731568
142 notes
ohsopictures:
via ohsopictures
(Source: mochacafe.net)
1,088 notes
photooverload:
FOLLOW photooverload for more photos
(via ohsopictures)
207 notes
ohsopictures:
http://weheartit.com/entry/28238641
391 notes
1/40 older